For sale
Grab your Emo Comments at Jhocy
252150794d375cfac975dc386520dbc036c
Grab your Friendship Scraps at Jhocy
26539884377f80cdb07e627d42b91f9808e
Find your Friendship Graphics at Jhocy
Angels heart
Find more Emo Graphics at Jhocy

Senin, 21 November 2011

Salah satu film Indonesia yang paling ditunggu saat ini, Laskar Pelangi, siap syuting bulan depan. Penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata mengatakan, kru siap bekerja mulai 25 Mei. Syuting sepenuhnya dilakukan di Pulau Belitong, Bangka Belitung, sesuai dengan latar novel tersebut. Targetnya, film dirilis Lebaran nanti atau sekitar November.

"Kesebelas anak yang ada di Laskar Pelangi diperankan anak-anak biasa yang sudah di-casting, bukan bintang film populer," katanya kemarin (20/4) saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos di Graha Pena, Surabaya. Menurut Andrea, film tersebut ingin menyuguhkan nuansa pendidikan dengan bakat-bakat lokal yang luar biasa.

Memang, dalam film yang dikatakan Andrea "lebih bagus daripada bukunya" itu, tetap ada bintang film tenar. Namun, mereka lebih banyak memerankan tokoh dewasa. Sudahkah dia bertemu dengan pemeran Ikal, sosok masa kecilnya di cerita yang berlatar di kampung halamannya itu? "Sudah dan bagus. Ada tiga Ikal di situ, saat SD, SMP, dan besar," sambungnya.

Andrea menyatakan akan mengikuti proses syuting di Pulau Belitong nanti. Untuk urusan pekerjaan, dia mengaku tidak masalah. Sebab, Telkom, perusahaan tempat Andrea bekerja, telah "membebaskannya" dari berbagai tugas. Maklum, Telkom merupakan salah satu produser film itu. "Kantor memperbolehkan saya mengikuti syuting hingga selesai, jadi seperti ditugaskan begitu," imbuhnya.

Andrea berharap pembaca dan penggemar Laskar Pelangi tidak kecewa dengan film garapan Mira Lesmana dan Riri Riza itu. Dia mengatakan, film Laskar Pelangi bukan film anak-anak, melainkan film tentang anak. Tema-tema yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, seperti pendidikan atau penghormatan kepada orang tua, bakal kental di situ layaknya yang tecermin di novel tersebut. (ara/tia)

 
ReviewReviewReviewReviewReview Laskar Pelangi Oct 16, '07 12:08 AM
for everyone
Category: Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author: Andrea Hirata
http://sastrabelitong.multiply.com/

Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu—bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Buku ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih meyakini adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan.

Penerbit : Bentang Pustaka


"Saya sangat mengagumi novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata. Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. [Novel ini menunjukkan pada kita] bahwa pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekadar memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang di masa depan, apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya."

Kak Seto
Ketua Komnas Perlindungan Anak


"Ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, yang menjawab inti pertanyaan kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana, kendala, dan kualitas pendidikan."

Sapardi Djoko Darmono
Sastrawan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI


"Di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak cukup memberi inspirasi dan spirit, maka buku ini adalah pilihan yang menarik. Buku ini ditulis dalam semangat realis kehidupan sekolah, sebuah dunia tak tersentuh, sebuah semangat bersama untuk survive dalam semangat humanis yang menyentuh."

Garin Nugroho
Sineas


"Cerita Laskar Pelangi sangat inspiratif. Andrea menulis sebuah novel yang akan mengobarkan semangat mereka yang selalu dirundung kesulitan dalam menempuh pendidikan."

Arwin Rasyid
Dirut Telkom dan dosen FEUI.


"Inilah cerita yang sangat mengharukan tentang dunia pendidikan dengan tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, [yang] dituturkan secara indah dan cerdas. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Sebagai penyakit sosial kemiskinan harus diperangi dengn metode pendidikan yang tepat guna. Dalam hubungan itu hendaknya semua pihak berpartisipasi aktif sehingga terbangun sebuah monumen kebajikan di tengah arogansi uang dan kekuasaan materi."

TUTUR TINULAR

Di wilayah kekuasaan Singosari terdapat dua kadipaten Manguntur dan Kadipaten Kurawan yang hanya dipisahkan oleh sungai Brantas. Kedua kadipaten tersebut saling bermusuhan, permusuhan itu memuncak ketika Respati yang merupakan Pangeran dari Kadipaten Kurawan membawa lari Dewi Padmini yang merupakan dari Putri dari Manguntur.

Tumenggung Danadyaksa dan Tumenggung Kebo Winarang saling menyalahkan hingga akhirnya terjadilah perang dahsyat diantara dua kadipaten itu yang mengakibatkan banjir darah disungai Brantas, puluhan prajurit dari dua kadipaten itu menjadi korban ganasnya peperangan.

Tanpa restu dari kedua orang tua mereka Dewi Padmini dan Respati menikah hingga akhirnya Dewi Padmini melahirkan seorang anak, tapi disaat itu ayahnya Tumenggung Kebo Winarang yang baru saja mendapatkan berita tentang keberadaan putrinya segera memerintahkan adik iparnya Dipangkara untuk seger membawa Dewi Padmini dan bayinya kembali ke kadipaten, sementara Respati harus dia bunuh.

Dipangkara menjalankan perintah kakak iparnya untuk membawa Dewi Padmini dan membunuh Respati, tapi diam-diam Dipangkara memiliki niat jahat untuk membunuh Bayi Dewi Padmini. Karena dia menganggap Bayi Dewi Padmini hanya sebagai penghalang ambisinya untuk menjadi Tumenggung di Kadipaten Manguntur.

Tapi disaat Dipangkara ingin membunuh bayinya tiba-tiba saja terjadi gempa dahsyat hingga mengakibatkan Dipangkara urung membunuh bayinya karena dia mengira bayi itu sudah mati tertimpa reruntuhan bebatuan.

Karena tragedy itu membuat Dewi Padmini kehilangan kesadaran hingga menyebabkannya menjadi gila, dia selalu saja berteriak-teriak tentang putrinya. Sementara Respati dibuang kejurang oleh Dipangkara hingga tidak satu-pun yang tahu dimana keberadaannya.

Tumenggung Kebo Winarang sengaja dibuat lemah dan sakit tak berdaya hingga membuat Dipangkara lebih leluasa untuk berkuasa dikadipaten Manguntur.

Tanpa sepengetahuan Dipangkara ternyata bayi itu masih hidup dan ditemukan oleh seorang Kepala desa yang bernama Rek Wuru, dan bayi itupun dinamakan Nari Ratih.

Nari Ratih tumbuh menjadi gadis yang baik, tapi sayangnya dia harus tinggal bersama ibu tirinya Kanti dan adik tirinya Parwati yang salalu saja menyiksanya.

Satu hari Nari Ratih hanyut terbawa derasnya sungai Branatas, tapi kemudian datang Arya Kamandanu dan segera menolongnya. Dari pertemuan itu akhirnya tumbuh benih-benih cinta dihati mereka.

Arya Kamandanu nekad datang ke kadipaten Manguntur untuk dan menyamar dengan nama Bandawa mengejar cinta Nari Ratih, tapi dikadipaten itu dia bertemu dengan Dyah Ayu Laksmi yang merupakan Putri Dipangkara yang juga jatuh cinta pada Arya Kamandanu. Putri sombong itu selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan cinta Arya Kamandanu.

Sementara itu Parwati juga mengejar-ngejar cinta Arya Kamandanu hingga membuat cinta Nari Ratih dan Arya Kamandanu jadi semakin sulit.

Dengan mengenal Dyah Ayu Laksmi membuat Arya Kamandanu dijadikan orang kepercayaan Dipangakara dan diangkat menjadi kepala prajurit Manguntur yang bertugas menangkap Si Topeng Hitam.

Si Topeng Hitam dianggap sebagai pahlawan oleh orang-orang Manguntur karena dia selalu menolong orang-orang yang lemah, sementara bagi keluarga istana Manguntur si Topeng hitam merupakan penjahat yang harus segera ditangkap.

Akhirnya Arya Kamandanu menerima tawaran pekerjaan itu sambil membawa misi rahasia sebagai mata-mata dikadipaten Manguntur. Dia selalu memantau gerak-gerik kejahatan Dipangkara untuk dilaporkannya kepada Tumenggung Danadyaksa.

Sebenarnya si Topeng Hitam adalah Byakta yang wajahnya begitu persis dengan Respati, dia sengaja menyamar menjadi si Topeng hitam dan sengaja mendekati Dewi Padmini untuk mendapatkan keris Gentala Cakra yang disimpan Kebo Winarang, keris itu dipercaya memiliki kekuatan dahsyat, siapa-pun yang memilikinya maka dia bisa menjadi pemimpin di Kadipaten itu.

Dikadipaten Manguntur juga terjadi terror setiap saat malam bulan purnama, disaat itu Dewi Sambi selalu muncul untuk menculik bayi-bayi yang baru saja dilahirkan. Wanita jahat itu juga tidak segan-segan untuk membunuh siapa-pun yang menghalanginya

Arya Kamamandanu bertekad untuk menanghentikan kejahatan Dewi Sambi meskipun nyawanya sendiri menjadi taruhannya.

Tugas Arya Kamandanu jadi semakin berat, dia harus bisa mengungkap siapa si cadar hitam, dia juga harus bisa menhentikan kejahatan Dewi Sambi. Belum lagi percintaannya dengan Nari Ratih yang mendapatkan banyak hambatan dari kakaknya sendiri Arya Dwipangga yang terkenal playboy yang ternyata juga menyukai Nari Ratih.

Cinta Arya Kamandanu dan Nari Ratih bisa terus bersemi karena bantuan Lindu Sukma yang tidak lain adalah Respati yang hilang ingatan,lelaki itu sama sekali tidak mengenal jati dirinya dimasa lalu. Namun cinta Arya Kamandanu dan Nari Ratih harus mendapatkan banyak ujian dan rintangan dari Dyah Ayu Laksmi, Arya Dwipangga dan Parwati.
Saksikanlah kehadiran sinetron kolosal Tutur Tinular versi terbaru ya

Menulis Karangan Untuk Pers

 Tiap-tiap redaksi surat kabar atau majalah dengan segala senang hati menerima karangan-karangan atau berita-berita yang baik dari para pembantu atau para pembaca.Tiap redaksi setiap harinya mendapat kiriman berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus  karangan dari berbagai tempat. Tapi hanya sebagian kecil sajalah yang bisa diterima untuk dimuat. Kebanyakan masuk dalam keranjang sampah. Sebabnya? sumbangan-sumbangan itu tidak memuat berita, gaya bahasanya buruk, cara menghidangkannya tidak hidup, berbelit-belit, bertele-tele dan sebagainya.
KARANGAN APA YANG DIKEHENDAKI???
 Yang mesti diperhatikan ialah, apakah berita atau karangan yang disampaikan itu menarik bagi sidang pembaca ataukah tidak? Janganlah mengirimkan berita atau karangan yang hanya menarik hati si pengirim sendiri! Sumbangan semacam itu pasti jadi calon isi keranjang sampah, sehingga sia-sialah jerih payah kita.  

Minggu, 06 November 2011

Dongeng Si Lundu

Dahulu ada seorang putre raja bernama Si Lundu Nipahu. Ia seharusnya hidup berbahagia sebagai seorang pangeran bersama keluarga istana. Namun bencana datang melanda. Pamannya mengadakan kudeta dengan membunuh raja, ayah Si Lundu terbunuh. Si Lundu juga dikejar-kejar pamannya untuk dibunuh. Karena pemuda ini mewarisi cincin kerajaan pewaris tahta. Maka pemuda ini melarikan diri ke hutan.
Pada suatu hari karena sudah amat lelah berjalan melintasi hutan rimba, Si Lundu duduk beristirahat di bawah pohon kayubesar yang rindang daunnya. Tiba-tiba di hadapannya melintas seekor ulardengan membawa seekor katak di mulutnya.
Katak itu menjerit-jerit kesakitan. Suaranya sangat memilukan hati.

Si Lundu Nipahu bangkit segera mengejar ular itu. Dengan sepotong kayu, Si Lundu Nipahu menekan kepala ularitu sehingga katak yang ada di mulutnya terlepas dan cepat-cepat melompat melarikan diri.
"Terimakasih anak muda, aku tak akan melupakan budi baikmu tadi."kata si katak dari kejauhan.
Si Lundu Nipahu tersenyum mendengar ucapan katak ajaib yang bisa bicara itu.
Kemudian Si Lundu Nipahu duduk kembali ke tempat semula di bawah pohon kayu besar itu. Baru beberapa saat ia duduk, ular yang tadi dijepitnya dengan kayu tiba-tiba muncul dihadapannya. Sebelum sempat berbuat sesuatu, Si Lundu Nipahu mendengar ular itu berkata, " Hai anak muda, mengapa engkau lepaskan katak mangsaku tadi?" Melihatular itu pandai berbicara, Si Lundu Nipahu jadi terkejut. Ia mulai ketakutan.
"Hai anak muda! Jawab pertanyaanku. Kalau tidak kau akan kubunuh," ular itu berkata lagi.
Dengan gemetar karena takut, Si Lundu Nipahu berkata, "Maaf, aku mesti melepaskan katak itu karena ayahku menasihatkan bahwa aku wajib menolong siapa saja yang sedang dalam keadaan terjepit. Kalau aku tidak melepaskan katak itu, berarti aku tidak mematuhi nasihat ayahku dan melanggar kewajibanku."
"Kalau begitu, kau juga wajib menolongku karena aku juga sedang dalam keadaan terjepit. Aku akan mati kelaparan kalau katak mangsaku itu tidak segera kau ganti." kata ular itu.
"Apa yang arus ku berikan untuk penggantinya?" tanya Si Lundu Nipahu dengan ketakutan.
"Potonglah daging pahamu sebesar katak itu, dan berikan kepadaku," jawab ular itu tegas.
Karena tidak di beri pilihan lain, Si Lundu Nipahu terpaksa memenuhi permintaan ular itu.
Si Lundu Nipahu merasa kesakitan sekalipada saat ia memotong daging pahanya. Dan darah deras bercucuran dari lukanya.
Setelah mengambil potongan daging paha Si Lundu Nipahu, ular berbisa itu pun cepat-cepat menjalar ke dalam semak-semak, sedangkan Si Lundu Nipahu tergeletak kesakitan. Luka di pahanay makin banyak menguncurkan darah.
"Aduh sakitnya, siapa kini yang menolongku...?" desah Si Lundu.
Beberapa saat kemudian, masih dalam keadaan kesakitan, Si Lundu melihat ular itu datang kembali mendekati Si Lundu Nipahu dengan membawa selembar daun kayu di mulutnya. Si Lundu Nipahu menjerit karena disangka ular itu akan mematuknya. Tetapi tiba-tiba ia mendengar ular itu berkata, "Hai anak muda, ambil daun kayu di mulutku ini, dan tempelkan ke luka di pahamu itu."
Si Lundu Nipahu segera melakukan apa yang dikatakan ular itu. Begitu dun itu menyentuh luka di pahanya, luka itu pun sembuh dan tak berbekas sama sekali. Si Lundu benar-benar kaget melihat kenyataan ini.
Si Lundu Nipahu mendengar pula ular itu berkata. "Karena aku seorang pemuda yang menaati nasihat orang tua, dan senantiasa pula menjalankan kewajibanmu tanpa ragu, kau berhak memiliki daun penyembuh itu. Simpanlah baik-baik. Daun itu dapat menyembuhkan penyakit apa saja."
Selesai berkat demikian, ular itu pun segera menghilang ke dalam semak-semak.
Setelah beberapa minggu meneruskan pengembaraanya, Si Lundu Nipahu tiba di suatu kerajaan besar. Ia menumpang di rumah seorang perempuan tua yang tak punya suami dan anak. Perempuan tua itu amat sayang kepada Si Lundu Nipahu karena budi baiknya. Pada suatu malam perempuan itu menceritakan kepada Si Lundu Nipahu bahwa putri tunggal raja di negeri itu sudah lama sakit parah.
Keesokan harinya, Si Lundu Nipahu diam-diam pergi ke istana. Melihat penampilannya yang halus dan sopan ia dipercaya memasuki istana raja. Baginda raja langsung menyukai Si Lundu yang dianggap punya tatakrama adat istiadat istana kerajaan itu.
Atas izin raja ia mencoba mengobati penyakit tuan putri. Begitu daun penyembuh itu disapukan Si lundu ke kening sang putri, gadis yang amat rupawan itu pun segera sembuh. Sang raja amat takjub melihatnya.
Si Lundu mneceritakan siapa sebenarnya dirinya. Mengetahui hal ini raja sangat gembira. Lalu sang putri dan Si Lundu pun dinikahkan, dan mereka hidup bahagia.

Minggu, 30 Oktober 2011

Dari langit biru tampak sebuah cahaya bulan yang terang, malam yang menyelimuti langit itu, sebuah harapan dan keinginan ingin ku curahkan pada hati yang sendiri, merenung  entah kemana.

SURAT UNTUK PAK SOEHARTO

DARI ANAK INDONESIA.........
"KENAPA LAGU INDONESIA RAYA TIDAK DINYANYIKAN SECARA KESELURUHAN?"
Halo pak presiden dan ibu negara yang baik, semoga bapak dan sekeluarga tetap dalam keadaan baik-baik saja. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada pak presiden yang telah meluangkan waktu untuk membaca surat saya.
Baru-baru ini bapak mengunjungi Meulaboh di Aceh. Ketika ada di tv, langsung saya berlari dari kamaruntuk melihat bapak. Saya senang sekali.
Pak saya boleh bertanya? Begin pak! kenapa sih lagu Indonesia Raya lagunya tidak dinyanyikan secara keseluruhan ? padahl sih lagu yang ke-2 dan ke-3 kata-katanya cukup enak di dengar. Kalau memang terlalu panjang, kan bisa dinyanyikan dengan bergantian.
Sampai di sini dulu surat saya ya pak........, salam untuk keluarga besar Bapak Presiden.

Cerita Mila

  Seorang gadis remaja sedang duduk di dekat trotoar, tiba-tiba "Hai Mila ayo kesini" Mila tersenyum dan dia langsung berjalan ke tempat itu, dia menyeberang di jalan itu, tiba-tiba bruk, si Mila jatuh tersungkur, tubuhnya berlumuran darah, sedangkan mobil yang menabraknya itu pergi entah kemana.
  Kemudian teman-temannya datang dan membawa Mila ke rumah sakit terdekat, teman-temannya sangat hawatirdengan keadaan Mila sementara orang tuanya tidak ada, mereka sedang pergi keluar kota. Mereka tidak menaruh perhatian penuh pada Mila, mereka hanya memikirkan pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaan tidak peduli kalau anaknya kelaparan, sakit dan lain macamnya.
  Begitulah kata si Mila, suatu ketika dia bercerita kepada teman-temannya. Si Mila anaknya baik, periang, imut. Kalau di lihat Mila anaknya cantik, tapi sayang orang tuanya tidak pernah memikirkan nasib anak-anaknya, sementara si Mila anak satu-satunya. 
  Kini sekarang dia terbaring dirumah sakit, past kalau banyak orang yang tahu pasti mereka akan sedih, soalnya si Mila selalu dekat dengan banyak orang. Dokter menemui teman-temannya, dia berkata "Mana orang tuanya?", "Orang tuanya sedang ke luar kota" kata Ani. "Terus kalian ini siapa?" kata dokter itu " Kami teman-temannya" kata Ani lagi. "Si Mila kekurangan banyak darah, mungkin dia tidak bisa di selamatkan", "Tidak mungkin, Mila tidaaaaak, apakah kami boleh melihatnya?" kata Ria sambil menangis. "Boleh" jawab dokter.
  Mereka langsung masuk, teman-teman Mila terkejut, mereka menangis atas kepergian sahabatnya, dan ada pula yang pinsan. Sesudah itu Rani menelpon ke rumah Mila, pembantunya pun terkejut, " Apa? tidak mungkin, non Milaaa" dia pun menangis (pembantunya), lalu pembantunya menelpon orang tua Mila, " Hallo tuan, non Mila meninggal", sambil menangis. "Apa? tidak mungkin, Mila anak ku tidak mungkin meninggal...." kata mama Mila sambil menangis, lalu kedua orang tuanya kembali pulang ke Jakarta. Sesudah sampai dirumah, mereka melihat banyak sekali orang, dan mamanya langsung menangis di depan jenazah anaknya itu, mereka lalu pergi menguburkan Mila, semua orang menangis, seakan-akan tidak ingin melepas si Mila, sesudah selesai mendoakan si Mila, tiba-tiba hujan turun sangat deras.
  Kemudian Ran berkata "Mungkin langit sedih, karena kehilangan si Mila". Sesudah itu semua orang meninggalkan pemakaman.
  Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis yang sangat baik, dan periang yang meninggal karena ditabrak mobil. Tetapi orang yang menabraknya tidak mau bertanggung jawab, dan melarikan diri entah ke mana.
  Kasihan Mila, orang tuanya tidak pernah memperhatikannya, kini dia sudah bahagia disana. Mila aku yakin, karena kebaikanmu itu kau pasti akan bahagia, Mila kami semua tidak akan meluapakanmu, walaupun kau sudah ajuh disana. Kami akan mendoakanmu semoga kau berbahagia. Mila salam kawan-kawanmu.
SELAMAT JALAN SAHABAT
Sahabat........
Sudah banyak sekali masa-masa indah
Yang kita lalui bersama
Sahabat......
Walaupun kini engkau jauh dariku
Aku tidak akan pernah melupakanmu
Sahabat...
Aku akan mengirim doa untuk mu
Yang akan selalu menemanimu
Sahabat.....
Engkaulah sahabat tersayang untukku
Sahabatku yang tersayang selamat jalan